Pada hari jum'at yang lalu tanggal 20 Mei 2011, kami dari kelompok 1 melakasanakan praktikum manajemen reproduksi di Teahing Farm, taman ternak pendidikan temapatnya di keadamaian , Gresik. pukul 13.30 kami berangkat bersama anak koas angkatan 2006. Seharusnya kami berangkat pukul 13.00. Karena bapak sopirnya tidak ada jadi harus mencari penggantinya dan terpaksa berangkat pukul 13.30.
Kami tiba di sana kira-kira pukul 02.45. Setelah itu kita langsung siap-siap untuk melaksanakan praktikum. Ketika kami praktikum, kami dibimbing oleh Drh. trillas. Daan dan inilah laporan praktikum yang saya buat
Manajemen reproduksi, yakni bagaimana cara mengelola ternak supaya mempunyai tingkat reproduksi yang baik.
Pertama-tama kami dijelaskan tentang sapi perah. Bagaimana cara memilih sapi perah yang baik dan memiliki kualitas susu yang bagus, sebelumnya kita harusa mengetahui bahwa ambing sapi mempunyai 4 kamar dan masing-masing kamr mempunyai 1 puting. jika jarak puting lebar, maka kamar ambing tersebut juga besar. Selain itu kita harus melihat pembuluh darah dari sapi perah tersebut. Kalau sapi perahnya mempunyai pembuluh darah yang bessar maka sapi tersebut pasti mempunyai ambing yang besar. Sehingga sapi tersebut mempunyai produksi susu yang banyak. Karena susu berasal dari darah, Susu yang baik harus memenuhi kriteria yakni :
- Aman : Tidak ada kotoran yang masuk
- Sehat : Memenuhi aturan
- Utuh : Tidak boleh dicampur dengan apapun
- Halal : tidak terkena najis.
Jika sapi sudah terlihat ada tanda-tanda birahi, maka harus segera dikawinkan, karena kalu tidak segera dikawinkan maka kita harus menunggu satu siklus birahi (21 hari) supaya sapi tersebut birahi kembali.
Selanjutnya kita dijelaskan tentang macam-macam kandang. Kandang yang digunakan di TF modelnya adalah kandang tail to tail, yaitu ekor bertemu ekor. Keuntungan yang didapat dari kandang tail to tail adalah kita bisa melihat sekaligus alat kelamin sapi betina , apakah sapi tersebut birahi atau tidak.
Setelah itu kami dijelaskan tentang makanan dari sapi perah. Sapi perah diberikan ampas tahu dan hijauan. Pakan diberikan pada sapi perah sesuai produksi susu. Jika produksi susu tinggi maka pakan yang diberikan harus banyak. Begitu pula dengan pemberian konsentrat. Pemberian konsentrat juga disesuaikan dengan laktasi.
Setelah itu menginjak pukul 16.00, drh. trillas mempersiapkan untuk melaksanakan pengambilan semen. sapi yang diambil semennya yang pertama adalah sapi perah, yang kedua sapi llimosin.
dan inilah cara dari pengambilan semen.
inilah cara dari pengambilan spermatozoa dari sapi jantan.
21.53
ijo
Posted in



